Baru-baru ini saya menemui seorang pasien Indonesia untuk pemeriksaan rutin. Secara umum dia sehat, dengan hipertensi, diabetes, dan hiperlipidemia yang terkontrol dengan baik. Namun, skriningnya menunjukkan skor kalsium yang sangat tinggi, lebih dari 5000—sangat kontras dengan batas ‘risiko rendah’ yaitu 100.
Meski sama sekali tidak menunjukkan gejala, profil risikonya yang tinggi membuat dia perlu menjalani angiogram. Mengejutkan, hasilnya menunjukkan penyakit tiga pembuluh darah dengan stenosis antara 70% hingga 99%. Setelah membicarakan opsi operasi bypass, pasien memilih angioplasti koroner yang kompleks.
Menangani pembuluh darah dengan skor kalsium yang sangat tinggi terkenal menantang dan sering membutuhkan perangkat modifikasi plak khusus. Dalam kasus ini, kami awalnya mencoba balon, dan pencitraan intravaskular secara mengejutkan mengonfirmasi bahwa kalsiumnya retak dengan mudah. Saya kemudian menggunakan balon skor khusus untuk membuka pembuluh darah sepenuhnya. Kami berhasil menanamkan dua stent dan menggunakan dua balon berlapis obat untuk mengobati ketiga penyumbatan. Prosedur selama 1,5 jam berjalan lancar, dan pasien dibolehkan pulang keesokan harinya. Kasus ini menunjukkan mengapa skrining jantung sangat penting; pasien bisa tetap sepenuhnya tanpa gejala meski ada penyumbatan kritis yang mengancam nyawa.









